When Did You Stop Being a Smoker?

Merokok

Merokok merupakan aktivitas yang buruk terutama bagi kesehatan.  Begitulah kata para dokter dan aktivis anti rokok dan bahkan semua orang mengakui itu termasuk para perokok itu sendiri.  Saya pun percaya bahwa merokok berakibat kurang baik.  Maka ketika saya menemukan artikel yang membeberkan bahayanya merokok, maka saat itu juga langsung berhenti.  Berhenti membaca artikel itu maksudnya. 😀 pada artikel ini saya menggunakan rujukan dari hiruk pikuk timeline twitter. Apa yang mereka bicarakan tentang merokok. Seperti kicauan berikut yang mengingatkan kita bahaya merokok berikut:

Tak serta merta bahwa banyaknya artikel tentang bahaya merokok “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”,  menyurutkan para perokok untuk berhenti dari aktivitas merokok selamanya.  Termasuk saya tentunya.  Meskipun orang-orang disekitarnya sudah menasehati bahkan melarangnya, namun seorang pecandu rokok sejati tak mengindahkan hal itu. @adhinnovia mengungkapkan jika ia tak suka orang-orang yang dicintainya menjadi perokok.

Saya sendiri sudah ‘belajar’ merokok sejak jaman cekulah menengah.  Entahlah, saya begitu mudah terbawa mainstream dari teman-teman yang waktu itu mengkampanyekan ‘ayo merokok’ 😀 padahal sejatinya saya ndak begitu-begitu amat ingin jadi seorang perokok.  Pucuk dicinta ulam tiba.  Yang awalnya coba-coba kok jadinya keterusan, kecanduan, addict dsb.  Euforia dimulai sejak isapan pertama. Asap rokok segera mengirimkan molekul nikotin sampai ke otak dalam hitungan detik. Nikotin pun menempel pada reseptor sel-sel otak, melepaskan gelombang dopamin dan bahan kimia lain. Itulah yang membuat sebatang rokok begitu nikmat rasanya 😀 Bagi saya sendiri, saat yang tepat untuk merokok adalah ketika ada secangkir kopi.  Dan lagi-lagi saya adalah pecandu kopi. Nahlo seakan sudah jodoh, dua hal ini berjalan beriringan tak terpisahkan.

Mengatasi situasi yang tidak mengenakkan karena dicecar agar segera berhenti merokok, para perokok pun mengungkapkan pembelaannya 😀 dengan gaya kocak tentunya.  Ya sebagai bentuk hiburan bagi mereka yang marah-marah dengan kita, para perokok.  Berikut ini contoh pembelaan yang saya dapet dari internet:

  1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
  2. Baik untuk basa-basi / keakraban: Kalau ketemu orang misalnya di Halte, atau di bawah kolong jembatan kala berteduh di musim hujan seperti sekarang, kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu. Atau mau tawarkan diri jadi pawing hujan?
  3. Bisa menambah suasana pedesaan atau natural bagi ruangan ber AC dengan asapnya sehingga seolah-olah berkabut, berasa ngantor di daerah Puncak.
  4. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan dan perusahaan obat batuk, dan termasuk menggaji si presiden dan para menteri, bukankan dari pendapatan negara yang sebagian berasal dari pajak industri rokok. Siapa yang punya bukti bahwa alokasi anggaran untuk presiden itu berasal khusus dari pajak farmasi saja?

Haha itu hanya becanda.  Yang pasti kita tau bahwa merokok itu tidak bagus untuk kesehatan.  Namun hal itu justru berbanding terbaik dengan kenyataan yang terjadi, kabarnya Indonesia adalah negara ketiga terbesar dunia sebagai negara yang penduduknya banyak merokok.  Wuihh berarti banyak dong temen saya. Lalu solusinya apa?

Nah…. mungkin bener juga. Kalo pabriknya dah ndak ada kan otomatis penjual rokok pun ndak ada.  Akhirnya mau tak mau kita harus brenti merokok. Tapi eh tapi…. jawab aja sendiri 😛

Terlepas dari positif dan negatifnya aktivitas merokok, namun tentu saja dan sudah seharusnya para perokok menghormati hak-hak orang disekitarnya.  Taulah kita saat itu dimana, boleh ndak merokok, apa akibatnya kalo merokok ditempat itu dsb.  Karena kita hidup bersosial, mau tak mau kita mesti patuh pada norma sosial kecuali memang ingin dikucilkan.

 

Ya sudahlah… saya mau bikin kopi dulu ditemani sebatang rokok. Pssshhhh… nikmatnya 😀
Mudah-mudahan besok pagi saya sudah terbebas dari kecanduan merokok. Aamiin.


Bonus