Traveling bareng Tom

Pantai Drini Gunungkidul

Whooyaa!

Daripada blognya nganggur, bolehlah aku gunakan buat berbagi cerita. ┬áCerita yang sederhana tapi bagi aku, ini sangat fenomenal karena entah kapan bisa terulang lagi. ­čśÇ

Awal kisah diceritakan, dulu sekitar tanggal 10 Maret 2012 aku pergi sendirian ke Jekardah naik delman istimewa kududuk dimuka. Oh tidak, maksudnya naik kereta bisnis Fajar Utama dari Jogja-Jekardah. Eh ndilalah, sampai di Purwokerto kok lokomotif mengalami kerusakan teknis sehingga harus ganti lokomotif baru. Pada saat jeda menunggu pengganti loko, para penumpang yang kepanasan banyak yang keluar mencari angin. Nah saat ini aku melihat orang asing (baca: bule) dengan penampilan sederhana sedang jeprat-jepret menggunakan kameranya. Emmm ngobrol sama orang Indonesia sudah biasa, maka aku putusnya ajar ngobrol sama bule tersebut berbekal bahasa linggis yang terekam dari google translate. ­čśÇ Intinya selain biar punya temen bule yang sama-sama punya hobi fotografi sekalian belajar bahasa enggres. ┬áKursus gratisan maksudnya ­čśŤ

Alhasil, dengan sedikit terbata-bata dan terpasir-pasir, berkenalanlah aku dengan bule tersebut yang ngakunya bernama Tom Mononen, lengkapnya Thomas James Austin Mononen berasal dari England alias Inggris. Sampai lokomotif pengganti tiba dan melanjutkan perjalanan, aku dan Tom memilih duduk dilantai bordes ngobrol yang gak jelas bahkan sering gak nyambung (Tom dengan logat british kental dan aku dengan logat Jawa) hingga tiba di Jekardah. Ceritanya setelah beberapa hari di jekardah, Tom akan melanjutkan ke Sumatra lanjut ke Malaysia, Singapura, Thailand dan Myanmar. Penutup cerita dia bilang akan kembali ke Jawa dan tentunya mampir ke Jogja.

Aku dan Tom

Bla bla bla… bulan Juli Tom menghubungi bahwa dia akan berangkat ke Jawa. ┬áDengan sebuah pesawat tempur, dia turun di Surabaya. ┬áNah ternyata yang awalnya dia bilang mau langsung ke Jogja, Tom memutuskan mampir dulu ke Bali. Mungkin saking kerasannya dia di Bali, Tom baru memutuskan menuju Jogja sekitar akhir Agustus 2012. ┬áTepatnya dia nyampai di Jogja pada hari Rabu, 29 Agustus 2012 pagi. ┬áSore harinya aku baru ketemu Tom disebuah kafe sekitar malioboro, deket dengan homestay tempat dia nginep. Daripada menghabiskan duit buat nyewa penginapan, akhirnya aku tawarin dia nginep saja dirumah kontrakanku secara gratis ­čśÇ Begitulah, akhirnya sore itu juga travelbag-nya yang segede gaban dipindahkan.

Jangan membayangkan setiap bule itu selalu berpenampilan mewah dengan banyak duit.  Tom ini hanya bawa dua celana dan beberapa potong kaos selama perjalanannya keliling Asia. Dulu sebelum dia traveling, Tom kerja di Australia. Dia hidup dengan sangat sederhana demi ngumpulin duit agar bisa traveling. Kisah ini diceritakan ketika kita makan di Rumah Sambal Jl. Parangtritis.

Hari berikutnya adalah waktunya traveling mengajak Tom agar lebih tau seluk beluk Jogja dan sekitarnya, meskipun dia pernah ke Jogja sebelumnya tapi yang dia tau hanya Malioboro dan sekitarnya. Nah berikut ini perjalanan traveling bareng Tom beberapa waktu yang lalu:

29 Agustus 2012 | Alun-alun Kidul

Mencoba jalan tutup mata menembus pohon beringin ditengah alun-alun tapi gagal setelah mencoba 4 kali. ┬áKemudian menghibur diri naek odong-odong keliling alun-alun. wkakaka ­čśÇ

30 Agustus 2012 | Gunungkidul

Aku mengajak Tom menyusuri pantai-pantai indah di Gunungkidul. Rencana berangkat pagi tidak berhasil karena ternyata Tom punya hobi begadang dan bangun siang.  Berangkat dari Jogja sekitar pukul 11.00 menuju Gunungkidul.  Sampai disana kuajak dulu mampir ke rumahku di Tanjungsari yang notabene hanya beberapa menit dari pantai. nDegan dulu mengobati panasnya siang lalu sekitar pukul 02.00 cabut ke pantai.

Pantai Gunungkidul

Tujuan pertama adalah pantai Pok Tunggal yang masih perawan. Setelah puas jeprat-jepret kemudian menuju pantai Pulang Sawal aka Indrayanti.  Hanya mampir ngopi disitu.  Ohya si Tom ini bener-bener maniak kopi.  Sehari dia bisa menghabiskan 3-7 gelas kopi, mulai dari kopi yang sudah di mix sampai kopi item tanpa gula.  Setelah dari Indrayanti mampir duku disebelahnya, pantai Somandeng.  Capture sunset yang sudah mulai menguning lalu melanjutkan perjalanan ke pantai Kukup.  Sayang sekali, matahari sudah tenggelam, tinggal semburat kemerahan diufuk barat.  Tapi gak jadi masalah, kita tetap naik ke karang mengambil beberapa gambar.

Setelah suasana benar-benar gelap, akhirnya kita pulang menuju rumahku. ┬áLapar yang mendera membuatku harus mengisi perut. Dirumah hanya ada sayur terong, godokan bayem sama ikan asin. Aku nanya dulu sama Tom mau gak makanan seperti itu. ┬áWow ternyata dia pemakan segala ­čśÇ dengan lahap dia makan dengan menu jawa tanpa terlihat canggung sedikitpun. Kalo yang begini baru bisa disebut ‘bule gila’, pikirku. ­čśÇ

Sekitar jam setengah sembilan kita memutuskan kembali ke Jogja. Eh tak ┬álupa mampir dulu di bukit bintang Patuk. Menikmati keindahan Jogja malam hari dan tentu saja mampir ngopi ­čśÇ

31 Agustus – 2 September 2012 | Semarang

Jumat sore kita jalan ke Semarang. ┬áSebenarnya pada awalnya tidak ada rencana mengajak Tom ke Semarang. ┬áTapi diwaktu yang lalu aku sudah ada rencana sama temen ke Semarang menghadiri pernikahan adiknya. Aku menawari Tom jalan ke Semarang, eh dia mau – akhirnya kita bertiga menujun Semarang dengan mengendarai sepeda motor. ┬áSampai di Semarang sudah gelap malam sekitar pukul delapan. ┬áNginep dirumah temenku didaerah Boja.

Traveling Semarang

Pagi harinya aku mengajak Tom keliling Semarang. Tidak banyak obyek pilihan disini, jadi aku ajak dia melihat obyek wajib di kota Semarang. ┬áLawang Sewu, Sam Poo Kong dan Kota Lama. ┬áKeliling sampai malam, kaki pegel semua. ┬áHabis maghrib kita menyudahi jalan-jalan. ┬áMampir dulu di warung kopi temen di Jl. Veteran lalu sekitar pukul 22.00 cabut menuju rumah temen didaerah Jangli, nunut turu critane ­čśÇ

Rencana minggu pagi mau ke Rawa Pening akhirnya gagal karena gagal bangun pagi. Byuh! Minggu siang kita pulang ke Jogja. ┬áDiputuskan melewati jalur lain yaitu lewat Salatiga – Kopeng – Magelang

3 September 2012 | Ngopi

Ngopi

Capek habis keliling dunia tidak ada rencana traveling hari itu.  Tapi punya agenda penting: ke rumah sakit Bethesda nyabut jahitan di kepala Tom dan nyari Tiket PELNI.  Sukses dirumah sakit tapi tidak mendapatkan tiket karena sudah penuh. Lanjut menuju Malioboro nyari shaver buat ngerik jenggote Tom.  Di Malioboro tidak ada lanjut nyari di Amplas.  Akhir nemu juga disitu.  Kemudian kita nyari kopi di Goeboex Coffee sampai hampir tengah malam dan kita pulang setelah mampir dulu makan pecel lele di Karangkajen.

4 September 2012 | Kali Kuning

Setelah capek mereda. Sore hari kita menuju ke Kaliurang. Mengajak temenku Danoeaji yang orang asli Cangkringan sebagai navigator. ┬áSudah terlalu sore sampai di Kali Kuning. ┬áKabut sudah menutupi Gunung Merapi. Setelah jepret-jepret dan ngopi disekitar kali Kuling lalu kita turun menuju Angkringan Pakualaman, tempatku biasa nongkrong ­čśÇ

5 September 2012 | Malioboro

Malioboro

Rencana Tom untuk meninggalkan Jogja menuju Singapora pada tgl 6 September, maka pada hari terakhir di Jogja, dia mengajak jalan-jalan menyusuri Jogja.  Mengawali di pasar burung PASTY Jl. Bantul kemudian lanjut menyusuri Jalan Malioboro dari ujung selatan ke utara, balik lagi lagi dari utara ke selatan. Kemudian menyusuri alun-alun utara sampai malam menjelang.

6 September 2012

Dengan tekat bulat hari ini harus bangun pagi.  Pukul 05.00 alarm mendenging.  Pukul 06.00 mengantar Tom menuju bandara Adisucipto. Dan pukul 07.00 Tom terbang menuju Singapura.

Gud bye Tom….

Begitulah kisah ini diceritakan tanpa ada intimidasi dari pihak manapun. Terima kasih.